SAKIT JIWA MENGINTAI…

SAKIT JIWA MENGINTAI…         

Hidup tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan, sekalipun apa yang sangat kita butuhkan. Tidaklah selalu akan sesuai. Keinginan dan kebutuhan sangat subyektif, menurut kita perlu dengan berbagai alasan logis yang dimiliki belum tentu berterima dan sependapat dengan yang lain. hidup memang unik selalu ada kejutan yang tidak kita prediksi.

Menghadapi berbagai kesulitan yang kadang tidak dimengerti, ada keyakinan diri yang selalu mengobati. Keyakinan memperkuat perjuangan hidup seseorang. Keyakinan yang benar tentunya yang menuntut pada kesabaran dalam menghadapi masalah.

Masalah dapat membuat orang menjadi lebih cerdas, tetapi bisa juga membuat tidak waras. Menghadapi masalah berat atau ringan bergantung pada kita yang menghadapi, dibuat berat bisa dibuat ringan juga mungkin. Kalau yakin bahwa Tuhan tidak akan memberikan beban diluar batas kemampuan kita, maka percayalah masalah yang dihadapi tidak seberapa. kalau sedang buntu hadapi masalah artinya belum dapat pembanding, coba sesekali melongok kanan dan kiri yang punya masalah, pasti merasa beruntunglah jika dibanding yang lainnya, dan seterusnya.. sampai setengah mau mati pun tetep masih beruntung. Tentu dengan formula sabar dan syukur.

Ketidakmampuan menghadapi masalah bisa sakit jiwa, merasa hanya dirinya yang paling susah. Menjauh dari Tuhan dan  menghindar dari kontak sosial, memperparah keadaan, bisa jadi mangsa iblis yang mencari teman. Tidak sedikit orang yang mengakhiri hidup dengan maksud mengakhiri masalah yang dihadapi, padahal salah besar. Justru dia bertemu dengan kehidupan yang lebih panjang, dengan awal yang buruk.

 

Penderita orang yang sakit jiwa terus meningkat.  Tingginya angka sakit jiwa dan bunuh diri adalah tanda bagaimana orang tidak mampu mengatasi permasalahan hidup. Berdasarkan data WHO 2002, 154 juta orang mengalami depresi. Penelitian WHO 2001 menunjukkan gangguan depresi menjadi penyebab ke-4 disabilitas atau ketidakmampuan seseorang menjalankan aktivitas normal sehari-hari. Pada 2020 nanti, diproyeksikan gangguan depresi akan menjadi penyebab ke-2 disabilitas setelah penyakit jantung iskemik.

 

Melihat angka bunuh diri di Indonesia juga membuat merinding. Penelitian World Health Organization (WHO) pada 2005 menunjukkan sekitar 150 orang di Indonesia bunuh diri setiap hari. Dalam setahun, jumlahnya diperkirakan mencapai 50 ribu orang. Ini data lama, bagaimana dengan data baru, yang mengungkapkan bahwa orang yang sakit jiwa di Indonesia terus meningkat. Dengan kondisi penderita sakit jiwa terus meningkat. Kehidupan materialis, hedonis dan oportunis jadi pemandangan, apa tidak lebih menyeramkan.

Menjelang pemilu, caleg yang berjibaku memperjuangkan kursi panas. Setelah usai pemilu ada tambahan deretan angka panjang penderita sakit jiwa. Kementerian Kesehatan RI Tahun 2010, Pemilu 2009 menyebabkan munculnya 7.376 orang sakit jiwa baru. Mereka adalah para Caleg yang gagal memenangkan Pemilu. Usai pemilu tahun 2014 kemungkinan besar penderita sakit jiwa akan mengintai para caleg. Berhati-hatilah.

 

Masalah adalah teman hidup yang membuat hidup makin hidup. Katakan pada masalah bahwa aku punya Tuhan.

 

 

Advertisements

One thought on “SAKIT JIWA MENGINTAI…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s